Penyebab Sulit Mendapatkan Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah
Dalam sebuah kehidupan setiap manusia tidak lepas dari
kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan hidup manusia ditentukan dari seberapa besar
penghasilan yang didapat masing-masing orang. Penghasilan yang tinggi merupakan
dambaan setiap manusia. Sebagian besar orang-orang yang memiliki penghasilan
yang tinggi ialah orang yang sudah lulus kuliah.
Wisuda
atau lulus kuliah menjadi momen yang paling menggembirakan bagi seorang
mahasiswa. Selain berhasil mendapatkan gelar, mereka juga bersemangat untuk memasuki
dunia kerja. Namun, terkadang
semangat itu lengah di
tengah jalan.
Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan para
mahasiswa agar ketika
lulus kuliah lebih mudah mendapat pekerjaan sebagai
berikut.
1 Saat kuliah hanya mencari IPK
Menimba ilmu di bangku kuliah sangat menguras rupiah.
Itulah sebabnya sebagian orang tua mati-matian untuk mencarikan biaya demi keberlangsungan
masa depan anaknya. Berapapun biayanya, sebagai orang tua akan mengusahakannya
demi gelar sarjana yang disandang oleh putra-putrinya. Maka dari itu, menjadi seorang
mahasiswa tentu akan membalas semua jerih payah orang tua dengan cara belajar sungguh-sungguh
untuk meraih IPK yang sempurna.
Itulah sebabnya, mahasiswa yang seperti itu dijuluki sebagai
mahasiswa pengejar IPK 4.00. Mahasiswa yang setiap kali jeda jam pergantian matakuliah
selalu dihabiskan di perpustakaan kampus. Sungguh, semua itu dilakukan demi membayar
rasa bangga kedua orang tua dengan mendapatkan IPK yang sempurna.
Niat dalam membanggakan kedua orang tua memang perlu diacungi
jempol. Namun, seorang mahasiswa harus menyadari bahwa IPK yang sempurna saja tidak
cukup untuk bertahan ketika sudah memasuki dunia kerja. Dibutuhkan pengalaman dan
keahlian lainnya yang seharusnya digalih dan dipelajari ketika masih duduk di
bangku kuliah.
Bergabung dengan lembaga intra ataupun organisasi-organisasi
kampus merupakan salah satu solusinya. Namun, yang harus diperhatikan yaitu belajar
tidak akan selamanya berlangsung di dalam kelas. Melalui organisasi-organisasi kampus
maupun luar kampus, secara tidak langsung juga akan mengasah soft skill yang
mana itu bisa menjadi modal utama dalam keahlian dan kemampuan bekerja setelah
lulus nanti.
2. Kurang Pengalaman
Banyak perusahaan yang menerima karyawan fresh
graduate, tetapi jumlahnya lebih banyak dari pada dengan jumlah lulusan
perguruan tinggi setiap tahun. Tidak adanya sebuah pengalaman menyebabkan fresh
graduate tersisihkan dalam persaingan bursa kerja.
Sebenarnya hal ini bisa diakali dengan banyak
melakukan internships atau magang saat masih kuliah, sehingga ada sedikit
pengalaman kerja yang bisa dicantumkan di dalam CV.
Jika belum pernah melakukan magang saat kuliah, Anda
juga bisa mengambil pekerjaan internship berbayar segera setelah lulus kuliah.
Satu tahun saja cukup untuk memperkaya CV Anda dengan pengalaman sekaligus
sebagai ajang pembelajaran.
3. Mengabaikan
Kuallifikasi
Untuk yang satu ini banyak fresh graduate
yang gagal mendapat kerja karena menyepelekan persyaratan lalu cuek saja
melamar ke semua lowongan yang mereka temukan tanpa menyesuaikan dengan apa
yang kualifikasi yang dibutuhkan. Padahal, jika pengalaman Anda masih nol dan
Anda melamar ke perusahaan yang butuh pengalaman minimal 1 tahun, atau Anda
lulusan Teknik Elektro tapi melamar ke pekerjaan yang meminta kandidat dari
jurusan Public Relation, tentu saja lamaran Anda akan langsung dibuang percuma.
Dalam mendapatkan kesulitan setelah lulus kuliah maka
hal yang harus diperhatikan adalah rasa sadar, tetap semangat dan optimis. Jangan
mudah menyerah, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. Cukup sekian
artikel dari kami, semoga dapat menginspirasi Anda dalam mencari pekerjaan.

Comments
Post a Comment